FREE LIB February 21, 2008
Posted by siswosadpriyono in Tulisan ringan.trackback
(catatan kecilku). Free lib dikembangkan oleh Eru Guna dan teman-teman Perpustakaan Freedom Institute. Desain awalnya berasal dari Free lib dengan menggunakan windows. Sebelumnya mereka merilis alpha yang sempat disebarkan di milist. Selain di Perpustakaan Freedom Institute, Free lib sudah dipergunakan di salah Perpustakaan Sekolah Negeri di Bekasi dan Yayasan Kalyamitra.
Program yang berlambang udang biru ini ditulis dengan menggunakan open source Gambas release 2. Sebuah bahasa pemograman data base seperti MYSQL. “Dengan menggunakan bahasa program under opensource keamanan datanya terjamin dari virus,” jelas Eru guna dalam acara Workshop Penerapan Free Open Source System (FOSS) di Perpustakaan.
Tampilan yang dinamis, dengan berbagai varisai dan tampilan warna, menjadikan free lib menjadi enak untuk dilihat. Dibandingkan dengan program lain seperti isis, inmagic dan lainnya, program ini jelas lebih keren.
Untuk menjamin keamanan program, free lib menggunakan berbagai proteksi. Untuk login dibagi menjadi beberapa tingkat. Login dibedakan berdasarkan kepentingan, mulai pengguna, operator dan admin. Sehingga pihak yang tidak berkepentingan memakai database bisa dimimalisir. Selain itu program ini juga dilengkapi dengan program yang dapat mendeteksi siapa dan apa saja yang dilakukan pengguna pada saat masuk ke sistem.
Di Free lib, petugas perpustakaan dimanjakan dengan banyak fitur. Mulai dari pencarian koleksi yang sangat sederhana namun cepat dan tepat, sampai jumlah pengunjung terbanyak. Informasi-informasi ini sangat diperlukan dalam pembuatan laporan harian, tahunan dan sebagainya. Sampe detailnya, smua tugas dikerjakan oleh Free Lib,
so petugas perpustakaan kerjanya ngapain yah?
Desain free lib, juga sangat interaktif. Jika di program-program perpustakaan lainnnya, agak kerepotan saat menambahkan subyek atao anggota baru di database. Maka di free lib, smuanya dipermudah. Jika anda ingin menambahkan, klasifikasi baru atao anggota baru,
tinggal klik tambah, dan mengetikan klasifikasi baru. Namun kmarin belum ditunjukan bagaimana buku/jurnal ketika dientri klasifikasinya, nomornya (call number) langsung muncul. Atau mungkin penjelasan nya sudah terlewat.
Selain menunjang kegiatan data teks, free lib juga sudah bisa
menampilkan data gambar. Sehingga cover buku atau jurnal bisa terlihat di database. Modelnya masih seperti link. Gambar disimpan dalam folder tertentu dan di link dari data base.
Untuk perpustakaan sekarang, program ini sudah mengakomodir semua keinginan perpustakaan. Petugas sangat terbantu dengan kemudahan Free lib dalam men”suport” petugas perpustakaan dalam melayani
pengguna. Namun perlu pemikiran dalam penyimpanan bahan pustaka multimedia. Misalnya menyimpan kaset, atau gambar-gambar bergerak dalam satu database. Sehingga perpustakaan TV atau radio tidak perlu menyimpan fisik kaset mereka dalam bentuk digital dan bisa diakses tempat dan lokasi yang jauh dari perpustakaan.
Buat teman-teman di perpustakaan silahkan mencoba Free lib, software perpustakaan alternatif, yang aktratif dan dinamis. Selamat menggunakan FREE LIB.
Selamat buat Eruguna, Wahyu Budhi, Arif Syamsudin anda semua membuat kami bangga. Kalian telah membuat sesuatu yang baru di dunia perpustakaan Indonesia.

Comments»
No comments yet — be the first.